Alhamdulilah

Om Rizal sudah kembali dari RS Sardjito hari ini tanggal 29 Sep 2008. Kondisinya terlihat mulai membaik. Tubuhnya sudah segar kembali meski belum sepenuhnya.

Satu alat tertanam di dada kananya. Ehm…terlihat seperti robot. Ada dua buah selang terurai keluar dari dadanya. Alat itu disebut HD Cath, alat bantu untuk transfusi darah. Awalnya alat itu akan dipasang pada dada sebelah kiri, tapi terjadi kegagalan yang meninggalkan lubang. Meskipun ada kemungkinan bisa tertutup kembali, tapi yang namanya lubang…yah…@!#%!@…

Kalau tidak salah, selang itu dibedakan dengan capit warna merah dan kuning. Layaknya kabel listrik. Tapi aku tidak tahu mana yang untuk in, mana yang untuk out.

Ehm, walau bagaimanapun…Ucap syukur patut kita semua ucapkan. Do’a dan bantuan dari saudara-saudara semua masih didengar dan dikabulkan oleh DIA Yang MAHA MENDENGAR dan MENGASIHI. Karena menurut Om Rizal, ada beberapa pasien lain yang sudah “tidak kuat” dan kembali kesisi-NYA.

Rencananya hari Senin depan, Om Rizal akan melakukan check up kembali dan mungkin sekalian HD. Jadwal HD sudah ditentukan, yakni seminggu sekali di RS Sardjito. Untuk memperoleh jadwal HD ini pun, Tante Lastri musti melakukan usaha yang cukup alot. Karena menurut pihak RS, lokasi HD harus disesuaikan dengan domisili. Mengingat domisili mereka masuk wilayah Bantul, semestinya pula Om Rizal HD di RSUD Bantul. Tapi ternyata, quota di RSUD Bantul telah penuh. Sehingga dikembalikan ke RS asal.

Ehm..bisa dilihat, betapa sulitnya urusan administrasi di negara tercinta kita INDONESIA yang sudah 63 tahun merdeka ini. Merdeka hanya sebatas “aksara” tertulis di spanduk di pinggiran jalan, media-media cetak dan elektronik. Merdeka hanya terdengar diteriakan ditelinga. Merdeka seperti pepesan kosong belaka…

Namun maknanya hanya bisa diicip oleh hanya segelintir “orang”…